Waspada isu penculikan anak bukan hoax
Waspada ya? Ternyata isu penculikan anak dengan tujuan di jual organya itu bukan hoax dan faktanya sudah terjadi
Pos313.com - Belakangan ini beredar isu penculikan anak dengan tujuan di jual organya memang meresahkan masyarakat, terutama para orang tua. Ada yang memberitakan bahwa isu tersebut hoax ( Palsu/bohong ).
Berita hoax tersebut juga di jelaskan oleh kepolisian republik indonesia, Yang katanya, "kabar tersebut adalah ‘hoax’ atau berita bohong yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu".
Tapi di lain pihak, yakni Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, membenturkan pernyataan itu.
Arist menegaskan, jika isu penculikan anak dengan tujuan di jual organ tubuhnya itu bukan "hoax" dan memungkinkan terjadi di indonesia.
Pernyataan ini di lontarkan dengan melihat fakta tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 5 tahun belakangan di negara nepal dan india.
Sempat mencuat negara jepang sebagai agen besar penjualan organ tubuh manusia, tentunya hal serupa juga sangat dimungkinkan terjadi di Indonesia saat ini, "Kata Arist".
“Saat di Nepal itu benar nyata terjadi, dan kabar yang beredarpun atau modus yang dilakukan oleh para penculik sama dengan yang terjadi di Negara India dan Nepal,”ungkap dia, Kamis (30/3/2017) kepada salah satu media di bekasi
Organ tubuh yang ia beberkan berupa Ginjal manusia, saat itu sampai dengan harga kisaran mencapai Rp 1 miliar per-Ginjal.
Para pelaku biasanya menyamar sebagai orang gila, penjual asongan, kelontongan dan bahkan pengemis yang biasa menyambangi ke setiap rumah warga.
“Target mereka tetap adalah anak-anak. Karena organ tubuh anak-anak itu masih bersih sehingga sangat laris dipasaran bagi yang membutuhkannya,” tutur dia.
Meskipun saat ini di lembaga Komnas PA belum mendapatkan laporan terjadinya hal itu, namun ia tetap mengingatkan agar masyrakat waspada.
Arist mengajak, agar orangtua yang ada di Indonesia umumnya Kota Bekasi harus tetap waspada dengan isu yang beredar tentang penculikan anak.
Arist juga mengingatkan, agar para orangtua masing-masing dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap anaknya agar dapat memahami dengan kondisi atau isu yang beredar beberapa hari belakangan ini.
“Intinya saya ingatkan, orangtua semua waspada, waspada dan terus waspada agar menjaga anak-anaknya saat bermain diluar rumah,” tandas dia.
Note : Himbauan beliau tolong di share ya, buat kepentingan bersama. Jangan di baca doang. Soalnya ini pelaku bener" biadab bin bajingan.
Salam
Oleh : Masse pey
Sumber : bekasiterkini

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar sesuai topik
Salam